Mengapa AI & Koding Menjadi Kebutuhan Pendidikan Saat Ini
Dunia berubah lebih cepat dari sebelumnya. Sekolah perlu membekali murid dengan kompetensi yang relevan untuk masa depan mereka.

86%
Pelajar global melaporkan menggunakan AI dalam aktifitas belajar mereka.
Sumber: Digital Education Council Global AI Student Survey 2024
Sumber: PwC - Global Artificial Intelligence Study, 2024
UNESCO
Mendorong pengembangan kompetensi AI, berpikir kritis, dan penggunaan AI yang bertanggung jawab dalam pendidikan.
Sumber: UNESCO - Guidance for Generative AI in Education and Research, 2023
Murid Membutuhkan Lebih Dari Sekadar Menggunakan Teknologi
Mereka perlu memahami cara kerjanya dan mampu menciptakan solusi secara kreatif dan bertanggung jawab.
AI Literacy
Memahami cara AI bekerja dan menggunakannya dengan bijak.
Computational Thinking
Memecahkan masalah dengan logika dan berpikir sistematis.
Coding
Mengubah logika menjadi instruksi yang bisa dijalankan komputer.
Project-Based Learning
Membuat karya nyata berbasis teknologi dan AI.
Dunia Sudah Mulai Sejak Usia Sekolah
Berbagai negara memperkenalkan Artificial Intelligence, computational thinking, dan coding lebih dini.


China (Beijing)
Mulai tahun ajaran 2025–2026, Beijing mulai menerapkan pembelajaran AI di sekolah dasar dan menengah.
- ≥ 8 Jam/TahunPembelajaran AI
- Mulai Usia 6 ThKelas 1-3 SD


Singapura
Program Code for Fun memperkenalkan coding, digital making, computational thinking, dan AI.
- > 50.000Siswa Berpartisipasi per Tahun
- FokusDigital Literacy & PBL
Learn AI
Mengenal cara kerja AI, etika, dan dasar algoritma.
Build with AI
Menggunakan AI sebagai asisten untuk membangun solusi.
Create with AI
Mengembangkan produk/model AI sederhana secara mandiri.
Indonesia Sudah Masuk Gelombang Awal
Peluang besar terbuka, tetapi implementasi masih bertahap. Ini adalah momentum terbaik bagi pihak sekolah untuk mulai lebih dulu.
Fase Awal Adopsi Adalah Momentum Terbaik bagi Pihak Sekolah untuk Mulai.

01. Kebijakan Nasional Sudah Dimulai
AI & Koding Mulai Masuk sebagai Mata Pelajaran Pilihan. Pada tahun ajaran 2025/2026, dimulai dari SD kelas 5–6, SMP, hingga SMA/SMK.
Sumber: InfoPublik, Kemendikdasmen
02. Target Awal ±59.000 Sekolah Siap Implementasi
Dijalankan oleh sekolah yang siap dari sisi sarana. Angka ini diposisikan sebagai target gelombang awal implementasi, bukan angka pasti.
Sumber: Databoks Katadata
03. Pasar Non-Sekolah Mulai Tumbuh
Kursus, coding academy, learning center, eskul, afterschool program mulai bergerak dengan estimasi minimal 150–300 titik/program aktif.
Sumber: Nexapp, Koding Akademi
Peluang Implementasi Fleksibel di Sekolah Anda
Ekstrakurikuler
Kegiatan pilihan yang menyenangkan dan relevan.
Program Pengayaan
Memperkaya kompetensi murid di luar pelajaran inti.
Mata Pelajaran
Dapat diintegrasikan dalam mata pelajaran yang relevan.
Sekolah tidak perlu menunggu perubahan kurikulum untuk mulai menyiapkan masa depan murid.